Rekabi berkompetisi tanpa hijab di Korea Selatan pada Oktober lalu, tepat ketika protes anti-rezim melanda Iran setelah kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun saat berada dalam tahanan polisi moralitas karena diduga tidak mengenakan hijab dengan benar.
Beberapa demonstran Iran melihat Rekabi sebagai simbol pemberontakan nasional yang menyerukan kebebasan yang lebih besar bagi perempuan. Namun, kelompok hak asasi manusia mengungkapkan kekhawatiran akan keselamatannya ketika dia kembali ke Teheran.
Seperti diketahui, rekaman Rekabi mengenakan ikat kepala dengan rambut dikuncir saat berkompetisi di Seoul menjadi viral di media sosial dan menjadi berita utama internasional. Ketika dia kembali ke Iran, video yang diposting ke media sosial menunjukkan dia disambut oleh orang banyak yang meneriakkan "Elnaz sang Pahlawan" di Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran.