Kematian Misterius Putra Panembahan Senopati, Raja Mataram Islam Kedua

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 11 Desember 2022 09:30 WIB
Kerajaan Mataram/Foto: Istimewa
Share :

JAKARTA - Wafatnya Panembahan Senopati sang raja Mataram Islam menyisakan permasalahan di internal keluarga kerajaan. Saat itu Mas Jolang atau yang disebut Pangeran Hanyakrawati naik tahta menggantikan ayahnya yang mangkat.

Pangeran Hanyakrawati didaulat menjadi raja kedua di Kerajaan Mataram Islam. Tetapi pengangkatan ini diwarnai persoalan sendiri, pasalnya Mas Jolang berseteru dengan Pangeran Puger atau Raden Mas Kentol Kejuron yang juga anak dari Panembahan Senopati dari selir bernama Nyai Adisara.

 BACA JUGA:Bercinta dengan Ratu Kidul, Panembahan Senopati Bawa Kerajaan Mataram Kuasai Jawa

Saat itu, putra pertama Senopati yang bernama Raden Rangga Samudra (lahir dari Rara Semangkin) telah meninggal sejak lama. Hal ini membuat Pangeran Puger sebagaimana dikutip dari buku "Babad Tanah Jawi", dari Soedjipto Abimanyu menjadi putra tertua dan merasa lebih berhak atas tahta Kesultanan Mataram daripada Mas Jolang.

Menurut Babad Tanah Jawi, Panembahan Senapati meninggal pada tahun 1601, dan digantikan oleh Mas Jolang sebagai Raja Mataram selanjutnya, yang bergelar Prabu Hanyakrawati. Pengangkatan tersebut membuat Pangeran Puger sakit hati dan tidak sudi menghadap ke pertemuan kenegaraan.

 BACA JUGA:Perang Saudara Terjadi di Mataram, Pascawafatnya Panembahan Senopati

Menyadari hal itu, Hanyakrawati pun mengangkat kakaknya itu sebagai Adipati Demak. Meskipun demikian, Pangeran Puger tetap saja memberontak pada tahun 1602. Perang saudara antara Mataram dan Demak pun meletus.

Akhirnya, pada tahun 1605, Pangeran Puger dapat ditangkap dan dibuang ke Kudus. Putra Pangeran Puger kemudian diangkat sebagai Bupati Pati, yang bergelar Adipati Pragola. Namun, ia kemudian memberontak terhadap pemerintahan Sultan Agung, putra Prabu Hanyakrawati pada tahun 1627.

Setelah berhasil memadamkan beberapa pemberontakan, takdir Pangeran Hanyakrawati justru berakhir ironis. Konon ia meninggal dunia saat berburu kijang di Hutan Krapyak pada tahun 1613. Penyebabnya disebabkan karena Mas Jolang mengalami kecelakaan, namun sebagian sumber menyatakan mangkatnya Panembahan Hanyakrawati merupakan suatu konspirasi politik.

Kerajaan Mataram, di bawah pimpinan Panembahan Hanyakrawati selama 12 tahun (601-1613), hanya sibuk mengurus berbagai pemberontakan saudara-saudaranya sendiri, serta ambisi kekuasaan berakhir seiring kematian sang raja. Pada Serat Nitik Sultan Agung, Panembahan Hanyakrawati disebutkan wafat secara misterius pada malam Jumat tanggal 1 Oktober 1613, berdasarkan Babad Sengkala, 1535 Jawa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya