Ivan Fedorov, Wali Kota Melitopol yang diasingkan, mengatakan puluhan "penjajah" telah tewas.
Melitopol telah diduduki sejak awal Maret dan merupakan pusat logistik utama bagi pasukan Rusia di tenggara.
Kota yang berada di wilayah Zaporizhzhia ini berlokasi strategis di antara Mariupol di timur, Kherson dan Sungai Dnipro di barat, dan Krimea di selatan.
Ukraina mengatakan upayanya untuk merebut kembali wilayah yang diduduki terus berlanjut, meski musim dingin tiba.
Dalam beberapa pekan terakhir, sebagian besar pertempuran terjadi di bagian timur negara itu, terutama di sekitar kota Bakhmut di wilayah Donetsk.
Namun pada Sabtu (10/12/2022) malam, Oleksiy Arestovych, penasihat Presiden Zelensky, mengindikasikan bahwa Melitopol bisa menjadi sasaran utama pasukan Ukraina.
"Jika Melitopol jatuh, seluruh garis pertahanan sampai ke Kherson runtuh," katanya dalam sebuah wawancara.
"Jika itu terjadi, pasukan Ukraina akan mendapatkan rute langsung ke Krimea,” lanjutnya. Krimea yakni semenanjung yang diserbu dan dianeksasi Rusia pada 2014 dan bahwa Ukraina telah bersumpah untuk merebut kembali.
(Susi Susanti)