Kisah Jurnalis Perang dan Bukunya yang Dilarang Terbit Selama 200 Tahun karena Terlalu Bahaya

Susi Susanti, Jurnalis
Senin 12 Desember 2022 12:49 WIB
Kisah jurnalis perang yang bukunya dilarang selama 200 tahun karena terlalu bahaya (Foto: Alamy)
Share :

Bab-bab pendek di buku itu memuat apa yang terjadi di meja makan keluarga, tawanan kamp perang, dan lubang-lubang perlindungan.

Dari pertempuran di front timur itulah, Grossman, dalam episode demi episode, menyatukan hal-hal banal dan absurd.

"Seorang tentara sedang bernyanyi; yang lain matanya setengah tertutup, penuh dengan bayangan mengerikan; orang ketiga memikirkan tentang rumah; yang keempat sedang mengunyah roti dan sosis dan memikirkan tentang sosis; dan yang kelima, mulutnya terbuka lebar, tenggah mencoba untuk mengidentifikasi seekor burung di atas pohon,” terangnya.

Hasilnya adalah lanskap ala Bruegelian yang membuka sapuan besar sejarah di samping detail-detail butiran di dalamnya.

Dalam 'Life and Fate', kita tidak hanya melihat sapu tapi juga semua debu manusia yang terlempar bersamanya.

Barangkali Grossman mengincar sesuatu seperti 'War and Peace', tetapi karena dia lebih sering ada di garis depan, dia mendarat di tengah jalan antara kisah epik penentu sebuah era ala Tolstoy dan cerita pendek mikrokosmik ala Chekhov yang tak lekang oleh waktu.

Salah satu episode tersebut mengikuti seorang perempuan muda yang belum menikah bernama Sofya.

Dia bersua bocah laki-laki tanpa pendamping bernama David di dalam truk ternak yang sempit dalam perjalanan ke Auschwitz.

Pada 1941, ibu Grossman yang berlatar Yahudi dibunuh Nazi dalam eksekusi massal di Ukraina. Laporan Grossman dari kamp konsentrasi di Treblinka dikutip sebagai bukti di Pengadilan Kejahatan Perang Nuremberg.

'Life and Fate' adalah novel tentang genosida dan juga tentang perang.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya