SHANGHAI - China pada Selasa (13/12/2022) mengirimkan pesan perdamaian ke Jepang dalam upacara untuk memperingati 85 tahun peristiwa pembantaian 1937 di Nanjing yang dilakukan oleh pasukan Jepang.
Anggota kepemimpinan puncak Komite Tetap Politbiro Partai Komunis China Cai Qi meminta China dan Jepang untuk sama-sama menarik pelajaran dari sejarah di Nanjing.
BACA JUGA: HISTORIPEDIA: Pembantaian Nanking oleh Tentara Jepang
Cai Qi, yang menjadi anggota pertama komite partai yang berkuasa di China itu, mengatakan dalam pidatonya bahwa pembantaian di Nanjing adalah "kejahatan yang tidak manusiawi dan mengejutkan", tetapi kedua negara Asia itu harus "saling tulus dan percaya" satu sama lain.
Pidato Cai pada upacara peringatan nasional di Provinsi Jiangsu, China timur itu diyakini mencerminkan peningkatan hubungan bilateral China-Jepang baru-baru ini karena tahun ini menandai peringatan 50 tahun normalisasi hubungan diplomatik kedua negara.
Cai mengatakan kerja sama dan pertukaran bilateral Jepang-China selama 50 tahun terakhir telah "membawa kebahagiaan bagi rakyat kedua negara dan mempromosikan perdamaian dan pembangunan regional".
BACA JUGA: Tujuh Pejabat Jepang Terdakwa Kejahatan Perang Internasional Divonis Mati
Dia menambahkan Beijing dan Tokyo harus "membangun hubungan yang memenuhi persyaratan era baru", demikian dilansir dari ANTARA.
Pidato itu disampaikan setelah kesepakatan tercapai dalam pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada November di Bangkok, di mana kedua pemimpin berjanji untuk berusaha membangun hubungan "konstruktif dan stabil" dan mempromosikan dialog antara para pemimpin dan menteri kedua negara.
Para penyintas pembunuhan di Nanjing dan pejabat militer termasuk di antara sekira 3.000 peserta kegiatan peringatan yang diadakan di Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Penjajah Jepang.
Mereka menyanyikan lagu kebangsaan China dan mengheningkan cipta selama satu menit sementara sirene terdengar di seluruh kota.