Hal tersebut kata Djarot amat penting karena sistem demokrasi Indonesia saat ini seperti itu.
"Sistem demokrasi kita masih menggunakan one men one vote one value dengan sistem proporsional terbuka. Oleh sebab itu biaya politik yang sangat tinggi membuka peluang lebar bagi siapapun yang terpilih bagi calon kepala daerah dan bacaleg akan melakukan money politics," tuturnya.
"Oleh karena itu kita berupaya dalam pencalonan berdasarkan mekanisme ini, dan dilakukan menggunakan pola gotong royong, dan dengan cara demokrasi terpimpin," pungkas Djarot Saiful Hidayat.
(Angkasa Yudhistira)