JAKARTA - Polisi sebut pelaku penculik seorang bocah di bawah umur berinisial M (6), di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat tidak memiliki tempat tinggal yang tetap.
Dalam hal ini, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin mengatakan, saksi yang diinterogasi pihaknya sempat melihat pelaku tidur di beberapa tempat.
BACA JUGA:Bertemu di Gedung Putih, Zelensky Berikan Medali Militer Ukraina kepada Biden
"Memang dia tidak punya tempat tinggal tetap. Termasuk beberapa interogasi pun dia terkadang tidur di beberapa tempat dan tidak punya tempat tinggal tetap, ada beberapa titik lah," ujar Komarudin saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/12/2022).
Menurut dia, tidak menutup kemungkinan korban dibawa ke luar kota saat diketahui pelaku sempat turun di Stasiun Jakarta Kota usai terekam CCTV naik Bajaj.
BACA JUGA:Libur Nataru, Jalur Puncak Diprediksi Macet pada 23 dan 29 Desember
"Tidak menutup kemungkinan tapi masih terus kita dalami," jelas dia.
Komarudin menambahkan, saat ini pihaknya akan menelusuri kasus tersebut hingga ke luar kota. "Tim saat ini tim gabungan ada tiga tim yang diturunkan termasuk di backup dari Polda, satu tim ada yang 12 orang ada yang 15 orang," tambah dia.
Sebelumnya, Penculik tersebut diketahui sempat naik bajaj bersama korban. Namun, Komarudin mengaku tidak mendapatkan CCTV yang bisa diselidiki terhadap kasus ini.
"Sangat disayangkan sampai ke titik di dekat stasiun kota kami tidak mendapatkan ada CCTV yang bisa kita ambil. Ini yang masih terus kita upayakan arah perjalanan dari pinggir rel sampai ke stasiun kota," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin, Senin (19/12/2022).
(Nanda Aria)