5 Fakta Penculikan Anak di Jakpus, Polisi Cocokkan Wajah Pelaku dengan CCTV

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 23 Desember 2022 05:00 WIB
Ilustrasi/ Foto: Istimewa
Share :

JAKARTA - Polisi terus menelusuri bukti kamera pengawas atau CCTV terkait kasus penculikan anak yang melibatkan M (6), di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Hingga saat ini polisi belum berhasil mengidentifikasi pelaku.

Berikut fakta-fakta terkait dengan penculikan anak di Jakpus dengan korban bocah usia 6 tahun tersebut.

 BACA JUGA:YouTuber, Profesi Mengiurkan atau Bikin Tekor? Simak Pembahasannya di Webinar Partai Perindo Besok

1. Bukti CCTV belum merekam jelas wajah pelaku

 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin, mengatakan, rekaman CCTV yang didapat sebagai barang bukti, masih terlalu jauh untuk melihat dengan jelas wajah pelaku. Hal ini membuat pengungkapan kasus sedikit terhambat.

 BACA JUGA:Heri Budianto: DPP Perindo Serius Hadapi Pemilu 2024, DPW Harus Tunjukkan Kemampuannya

"Masih dari yang kemarin saja, kita cari ada dua CCTV yang kita dapat tapi sama sekali gak keliatan, jauh sekali," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/12/2022).

2. Cari CCTV pembanding

Dalam hal ini, kata Komarudin, pihaknya pun masih mencari CCTV pembanding untuk melihat lebih jelas wajah pelaku. Tujuannya agar bisa disiapkan sketsa wajah.

"Nah, ini yang lagi kita carikan pembandingnya dulu, baru nanti kita siapkan sketsanya," katanya.

3. Nama pelaku berbeda-beda

Tak hanya rekaman CCTV yang terlalu jauh dan tak merekam wajah pelaku dengan jelas, penangkapan terhadap pelaku terhambat lantaran nama pelaku dikenal kerabat ataupun sksi berbeda-beda.

Pihaknya sempat menginterogasi beberapa pihak, tetapi belum ada hasil pasti siapa pelaku di balik penculikan tersebut.

"Karena kan keterangannya dari nama saja berbeda-beda. Beberapa orang yang kita interogasi, namanya berbeda, ada yang mengatakan inisial Y ada yang mengatakan inisal H," katanya.

4. Bekerjasama dengan Dinas Dukcapil

Polisi hingga kini masih menelusuri kasus penculikan terhadap M (6) di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dalam hal ini, polisi bekerjasama dengan Dinas Dukcapil dalam mengidentifikasi korban.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin mengatakan, kerjasamanya dengan dinas Dukcapil bertujuan untuk menyocokan wajah pelaku yang ada di tampilan CCTV yang viral tersebut.

"Dukcapil itu bukan sketsa wajah. Dukcapil itu untuk melihat kira-kira dari tampilan CCTV itu, orang ini siapa," ujarnya, Kamis 22 Desember 2022.

5. Pelaku culik korban dengan bajaj

Pelaku saat melakukan penculikan menggunakan sebuah bajaj berwarna biru. Hal itu sebagaimana terekam dalam CCTV yang sempat viral.

(Nanda Aria)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya