Setelah aksinya terendus dan para eksekutor penembakan ditangkap, Kopda Muslimin kabur ke rumah orangtuanya. Ia menghilang selama 11 hari pasca kejadian penembakan istrinya.
Seiring waktu berjalan, Kopda Muslimin diduga bunuh diri dengan meminum racun sianida. Ia ditemukan tewas di rumah orangtuanya, RT 2 RW 1 Kelurahan Trompo, Kecamatan/Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis 28 Juli 2022. Informasi itu dikonfirmasi Anggota Batalion Arhanud 15/DBY, Kamis 28 Juli 2022.
Kopda Muslimin sempat memohon maaf kepada orangtuanya dalam keadaan muntah-muntah. Hingga akhirnya ditemukan meninggal oleh orangtuanya di tempat tidur.
Polda Jateng juga menelusuri asal muasal kekayaan prajurit berpangkat Kopral Dua itu. Sebab, untuk membayar pembunuh bayaran itu, Kopda Muslimin tak mengeluarkan uang yang sedikit.
Para pembunuh bayaran selain diupah Rp120 juta, kalau penembakan itu berhasil maka akan diberi bonus. Total upah Rp200 juta tapi baru diberikan Rp120 juta plus mobil Toyota Yaris. Sehingga total Rp400 juta.
Dugaan kekayaan Kopda Muslimin dari mengelola tempat judi togel. Dari situ juga Kopda Muslimin mengenal salah satu eksekutor bernama Sugiono alias Babi. Eksekutor Babi mengenal Kopda Muslimin karena istrinya bekerja di konter ponsel dan judi togel yang dikelola Kopda Muslimin.
Para pelaku dijerat Pasal 340 KUH Pidana jo Pasal 53 KUH Pidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.
"Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain. Karena pembunuhan direncanakan, maka ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya dua puluh tahun," kata Kapolda Jateng, Senin 25 Juli 2022.
Sementara istri Kopda Muslimin, Rina berhasil diselamatkan setelah menjalani perawatan di ruang ICU. Ia sempat dirawat di RS Hermina Banyumanik akibat luka tembak dan satu proyektil bersarang di perut. Kemudian, dirujuk ke RSUP Dr Kariadi Semarang.
(Arief Setyadi )