SINGAPURA – Negara-negara Asia Tenggara semakin melihat pengembangan kapal selam sebagai kebutuhan untuk keamanan mereka di tengah perubahan realitas geopolitik.
Beberapa pengamat mengatakan langkah itu logis dan perlu, sedangkan yang lain mempertanyakan kegunaan kapal karena biaya selangit dan kerugian manuver melalui perairan daerah.
Di kawasan ini, Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Myanmar saat ini sudah memiliki kapal selam. Adapun Thailand, dan Filipina sedang dalam proses memperolehnya.
Awal bulan ini, Singapura memulai fase pengembangan kapal selam berikutnya dengan kapal selam kelas Invincible buatan Jerman yang baru dibuat.
BACA JUGA: Kapal Selam Super Mewah Ini Mampu Menyelam di Kedalaman 300 Meter
Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong mengatakan angkatan lautnya memiliki misi penting untuk memastikan kelangsungan hidupnya dan menjaga jalur komunikasi lautnya tetap terbuka, mengingat status negara pulau itu sebagai negara maritim,
BACA JUGA: PAL Indonesia Gandeng Prancis Kembangkan Baterai Lithium Kapal Selam
Aristyo Darmawan, dosen hukum internasional Universitas Indonesia, mengatakan peningkatan akuisisi kapal selam oleh negara-negara Asia Tenggara didorong persaingan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Menurut catatan Prakarsa Ancaman Nuklir nirlaba, AS memiliki sekitar 66 kapal selam, termasuk lebih dari 50 kapal selam serang bertenaga nuklir.