"Bapak itu romantis, waktu saya selesai long march, Bapak ambilkan air hangat untuk merendam kaki saya yang bengkak-bengkak," kenang wanita kelahiran Magelang tersebut.
Sejak saat itu, hubungan keduanya semakin dekat. Asrama Kopassus yang berada di dekat rumah Tati memudahkan Hendro untuk melihat sang kekasih.
Saat Tati berangkat kuliah, Hendro selalu menyempatkan diri melihatnya melintas di depan asrama. Beragam perhatian yang diberikan Hendropriyono akhirnya meluluhkan hati Tati. Tepat setahun sejak pertemuan pertama, Tati akhirnya menerima lamaran Hendropriyono pada 1970.
Tati siap mendampingi Hendro yang seorang prajurit TNI, baik dalam suka maupun duka. Sedih dan pahitnya jalan hidup yang dialami Tati sebanding dengan cinta kasih yang diberikan Hendropriyono kepadanya. Hal inilah yang membuat hubungan keduanya langgeng hingga saat ini.
(Fahmi Firdaus )