3. RA Fadillah
Salah satu prajurit TNI yang jadi legenda di medan tempur adalah RA Fadillah. Ia gugur saat menumpas pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) di Riau pada tahun 1958. Saat itu, RA Fadillah merupakan kapten Kopassus yang memimpin Kompi B dan ditugaskan untuk mengamankan ladang minyak di Pekanbaru dan menguasai pertahanan musuh.
Ia dan pasukan mendarat di Bengkalis, lalu bergerak ke Lubuk Jambi, Riau. Mereka menempuh medan yang berat berupa sungai lebar serta hutan rawa. Ditambah lagi, hujan mengguyur deras. Rencana penyergapan pada pukul 9 pagi terpaksa mundur hingga siang hari. Setiba di markas musuh di Desa Cengar, kondisi sudah kosong. Tak tampak pasukan lawan. RA Fadillah dan pasukan kembali masuk ke hutan.
Namun, secara tiba-tiba mereka bertemu pasukan musuh dalam jumlah besar dan langsung menghujani dengan tembakan tanpa henti. Meski akhirnya pihak pemberontak dapat dihalau mundur, RA Fadillah mendapat luka tembak di bagian perut. Hingga akhirnya, ia mengembuskan napas terakhir pada 2 April 1958. Untuk mengenang jasanya, nama RA Fadillah diabadikan sebagai nama jalan di kawasan Cijantung.