JAKARTA - Polisi mencatat bahwa terjadi peningkatan sebesar 11 persen untuk tingkat kecelakaan lalu lintas sepanjang pelaksanaan Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang dimulai sejak Kamis, 22 Desember 2022 hingga Senin 2 Januari 2022.
Peningkatan 11 persen angka kecelakaan lalu lintas tersebut jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang notabene sebelum terjadinya Pandemi Covid-19.
"Dalam 11 hari operasi kita laksanakan kemarin yang cukup menonjol di bidang pergerakan masyarakat di jalan, jumlah kecelakaan memang naik 11 persen dibandingkan 2019. Kita bandingkan dengam perbandingan ini karena 2019 belum terjadi Pandemi Covid-19," kata Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi di Gedung NTMC, Jakarta, Selasa (3/1/2023).
Meskipun begitu, jumlah dari korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut mengalami penurunan 40 persen.
"Kita bersyukur masyarakat bisa melaksanakan kegiatan ini dengan baik. Kemudian, untuk luka berat turun 19 persen, luka ringan turun 5 persen," ujar Firman.
Firman menyebut, peristiwa itupun didominasi dengan kecelakaan tunggal. Ia pun mengaku tidak mengetahui secara pasti, apa faktor utama penyebab tingginya kecelakaan tunggal tersebut. Menurutnya, kepolisian akan melakukan study guna mendalami hal tersebut.
"Yang banyak terjadi setelah modus kecelakaan pola tunggal ini terjadi adalah kecelakaan depan, depan yang umumnya ketika masyarakat bermanuver mendahului, ini yang paling banyak terjadi. Kedua depan, belakang berarti kemungkinan hanya dua, satu tidak konsentrasi yang satu tidak jaga jarak," ucap Firman.