JAKARTA - Polri menyatakan bahwa potongan jari manusia dalam makanan sayur lodeh di Nusa Tenggara (NTT), merupakan berjenis kelamin laki-laki.
"Ciri-cirinya itu manusia, bisa dipastikan itu manusia. Kemudian laki-laki," kata Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen dr A Nyoman Eddy Purnama Wirawan saat dihubungi, Jakarta, Kamis (5/1/2023).
Selain itu, polisi juga menyebutkan bahwa telah mendapatkan DNA potongan jari manusia dalam makanan sayur lodeh di Nusa Tenggara.
"Secara umum bisa diperiksa secara DNA, tinggal kita menunggu pembandingnya," ujarnya.
BACA JUGA: Polri Dapatkan DNA Potongan Jari di Sayur Lodeh NTT
Menurut Nyoman, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap potongan jari tersebut. Hasilnya akan diserahkan ke pihak Polda NTT.
"Jadi kami mendapatkan profilnya tetapi ya nanti lebih detail mungkin penyidiknya yang bisa ditanya," ucapnya.
Sebelumnya, Sebanyak tujuh orang saksi telah diperiksa Polisi terkait kasus penemuan potongan jari manusia dalam makanan sayur lodeh yang dibeli oleh warga setempat pada awal Desember 2022 lalu.
BACA JUGA:Potongan Jari Manusia di Sayur Lodeh, 7 Saksi Sudah Diperiksa Polisi
"Sampai saat ini sejumlah saksi sudah kita periksa, kurang lebih ada tujuh orang yang sudah diperiksa,” kata Kapolres Belu Ajun Komisaris Besar Polisi Yosep Krisbianto saat dihubungi dari Kupang, dilansir dari Antara, Selasa (3/1/2023).
Dia mengatakan bahwa tujuh orang saksi yang diperiksa itu terdiri atas pemilik warung, kemudian pembuat tahu dan pelayan di warung makan tersebut.
Potongan jari manusia tersebut, kata dia, sudah dibawa ke Kupang untuk diperiksa dan diproses lebih lanjut guna mengetahui DNA pemilik jari itu oleh RSB Titus Uly Kupang.
"Memang sulit kalau tanpa dilakukan uji atau tes DNA. Oleh karena itu, sejak Desember 2022 lalu kami sudah bawa (potongan jari) ke RSB Titus Uly untuk diperiksa," katanya.
(Awaludin)