HONOLULU - Gunung berapi Kilauea di Hawaii, Amerika Serikat (AS) mulai meletus pada Kamis, (5/1/2023), menurut pemberitahuan dari Layanan Geologi AS (USGS). Pemberitahuan itu dikeluarkan setelah USGS mendeteksi cahaya di puncak gunung menghasilkan kabut asap yang terkurung di dalam Taman Nasional Gunung Api Hawaii.
Tingkat peringatan gunung berapi dinaikkan menjadi 'Merah' setelah evaluasi letusan dan bahaya terkait, kata pemberitahuan itu, sebagaimana dilansir Reuters.
USGS mengatakan gas vulkanik, yang terdiri dari sulfur dioksida dan gas lainnya, dapat menghasilkan kabut asap vulkanik yang terlihat, yang dikenal sebagai 'vog', yang telah diamati di bawah angin Kilauea.
Vog berpotensi menimbulkan bahaya kesehatan melalui udara bagi penduduk dan pengunjung, menyebabkan kesulitan bernapas dan juga merusak tanaman pertanian.
Dikenal sebagai tetangga termuda dan paling aktif dari Gunung Berapi Mauna Loa, yang meletus pada November untuk pertama kalinya sejak 1984, gunung berapi Kilauea telah meletus sejak 2021.
Namun, letusan Mauna Loa tidak berdampak dan tetap tenang, kata USGS.
(Rahman Asmardika)