PDIP, kata dia, merupakan organisasi politik yang dekat dengan kalangan bawah. Karenanya, dia meminta agar setiap kader dapat bonding atau menyatu dengan masyarakat kalangan bawah, menggunakan bahasa dan perilaku mereka.
"Aku kalau ketemu mereka yo make boso Jowo. Harus bisa bahasa Jawa. Aku kalau ketemu mereka yo ndlosor, bukan di tikar, ndeprok ae di lantai, mendengarkan," ungkap dia.
(Widi Agustian)