Protes keras Benny Moerdani membela anak buahnya Agus Hernoto ini berujung pada berakhirnya karier kedua prajurit terbaik Korps Baret Merah itu di Kopassus.
Menteri/Pangad Letjen TNI Achmad Yani meminta Benny untuk menghadap Panglima Kostrad Mayjen TNI Soeharto. Pada 6 Januari 1965 Benny menyerahkan jabatannya sebagai Danyon I Kopassus. Setelah keluar dari Kopassus, Agus bergabung dengan Resimen Tjakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Soekarno.
Namun selama bergabung dengan Tjakra Birawa, Agus merasa tidak nyaman. Benny Moerdani kemudian mengajaknya bergabung ke Kostrad. Keduanya kemudian melanjutkan karier militernya di dunia intelijen di bawah Wakil Asisten Intelijen Kostrad Letkol Ali Moertopo.
Dari sinilah karier keduanya melejit, Benny Moerdani saat iti menjadi tokoh militer dan intelijen. Begitu juga dengan Agus Hernoto yang kemudian menjadi kunci keberhasilan operasi khusus (Opsus) baik di dalam maupun di luar negeri di era pemerintahan Presiden Soeharto.
(Fahmi Firdaus )