JAKARTA - Perjuangan Fajar Ardiansyah terbayar lunas. Berbagai hinaan dan cacian mampu dilewatinya sebagai pecut semangat dalam mewujudkan cita-citanya.
Fajar berhasil lulus seleksi menjadi Anggota TNI AD dengan pangkat Prajurit Dua (Prada) setelah melewati pendidikan di Pusdik Arhanud, Malang, Jawa Timur. Ia telah dilantik pada 2022 lalu.
Sebelum menjadi anggota TNI, getirnya kehidupan dirasakan Fajar. Hinaan, bully-an, hingga cacian orang-orang menghantam dirinya.
Fajar yang berlatar dari keluarga tak mampu, harus berjuang membantu orangtuanya untuk membiayai sekolah. Selepas sekolah, ia harus bekerja sebagai office boy (OB) toilet SPBU.
"Sebelum daftar TNI, saya mulai dari SMK. Saya bekerja sebagai OB atau pembersih toilet di SPBU. Selain itu, saya sambil berjualan kopi," katanya dikutip dari Youtube Army Channel Indonesia, Jumat (13/1/2023).
Sambil bekerja, ia juga berjualan kopi. Hal tersebut rutin ia lakukan setiap hari selepas pulang sekolah. Ia berjualan hingga pukul 5 pagi. Hasil kerja kerasnya itu juga bisa untuk membantu adiknya hingga lulus SMA.
Setelah lulus SMK, Fajar berinisiatif untuk mendaftarkan diri ke TNI guna mewujudkan cita-citanya. Namun, yang terjadi ia semakin mendapat hinaan dari orang-orang sekitarnya.
Fajar yang berlatar keluarga tak mampu disebut tak akan bisa menjadi TNI, karena menurut mereka itu hanya bisa dilakukan oleh kalangan berduit. Tak patah arang, Fajar terus berusaha keras diiringi doa kedua orangtuanya.
"Ada inisiaitf untuk mendaftarkan diri ke TNI AD, Alhamdulillah saya bisa lulus dari Pusdik Arhanud ini," ujarnya.
"Saya sangat bangga menjadi Korps Arhanud, karena ini cita cita saya untuk banggakan kedua orangtua saya yang tidak punya apa-apa, Alhamdulillah, sekarang bisa menjadi kebanggaan orangtua," katanya.
Fajar tak menyangka bisa lulus sebagai anggota TNI. Air matanya tumpah. Pun dirasakan kedua orangtuanya, tangis harus menyelimutinya karena bangga atas keberhasilan Fajar. Bahkan, orang-orang di kampungnya pun ikut menangis terharu.
Dengan keterbatasan yang dimiliki tak menghalangi Fajar untuk mewujudkan cita-citanya. Kini, Fajar menjadi bagian pelindung rakyat.
(Arief Setyadi )