Setelah lulus SMK, Fajar berinisiatif untuk mendaftarkan diri ke TNI guna mewujudkan cita-citanya. Namun, yang terjadi ia semakin mendapat hinaan dari orang-orang sekitarnya.
Fajar yang berlatar keluarga tak mampu disebut tak akan bisa menjadi TNI, karena menurut mereka itu hanya bisa dilakukan oleh kalangan berduit. Tak patah arang, Fajar terus berusaha keras diiringi doa kedua orangtuanya.
"Ada inisiaitf untuk mendaftarkan diri ke TNI AD, Alhamdulillah saya bisa lulus dari Pusdik Arhanud ini," ujarnya.
"Saya sangat bangga menjadi Korps Arhanud, karena ini cita cita saya untuk banggakan kedua orangtua saya yang tidak punya apa-apa, Alhamdulillah, sekarang bisa menjadi kebanggaan orangtua," katanya.
Fajar tak menyangka bisa lulus sebagai anggota TNI. Air matanya tumpah. Pun dirasakan kedua orangtuanya, tangis harus menyelimutinya karena bangga atas keberhasilan Fajar. Bahkan, orang-orang di kampungnya pun ikut menangis terharu.
Dengan keterbatasan yang dimiliki tak menghalangi Fajar untuk mewujudkan cita-citanya. Kini, Fajar menjadi bagian pelindung rakyat.
(Arief Setyadi )