Namun, Daryono menegaskan, bahwa gempa susulan itu terjadi tidak lepas dari karakteristik batuan pada sumber gempa.
“Dan ini tak lepas dari karakteristik batuan tersebut ya. Jadi kalau batuan sumber gempa itu bersifat brittle atau rapuh maka dia akan memproduksi gempa susulan yang banyak. Nah kalau sifatnya ductile itu meskipun gempanya kekuatan (M) 7 sekalipun itu bisa menghancurkan dan bahkan bisa terjadi tidak ada gempa susulan,” tutur Daryono.
“Jadi ini memang ada fenomena karakteristik bebatuannya itu sangat rapuh sehingga itu banyak sekali setiap pergeseran atau proses kembali ke posisi semula untuk kesetimbangan tektonik itu bisa menggerakkan dan itu berupa gempa-gempa kecil,” pungkasnya.
(Awaludin)