Bripka Madih menegaskan, bahwa ini bukan hanya soal penyerobotan tanah, namun juga tentang kekerasan. Ia berharap bisa mendapatkan keadilan untuk dirinya dan orangtuanya.
Selain itu, Bripka Madih mengaku sempat mengalami penganiayaan hingga harus menjalani beberapa perawatan. "Kalau bisa nanti pembuktian ini, ane mohon dikembalikan hak orangtua," katanya.
"Bukan ane minta dibela, dan yang kedua 2011 ane dikeroyok 12 orang, ini nih berapa jahitan, berlumuran darah lagi sholat, baju kokoh ini jadi merah semua. Tolong tegakkan keadilan yang seadil-adilnya. Tolong lah, ya Allah bantulah," ujarnya.
Bripka Madih menyambangi Polda Metro Jaya pada hari ini untuk mengklarifikasi ihwal kasus 'polisi peras polisi'. Bripka Madih datang mengenakan seragam lengkap.
"Hari ini kita (ke) Polda, sudah diundang. Nanti konfirmasi ke Polda," kata Madih.
Dalam klarifikasi hari ini, Bripka Madih membawa sejumlah berkas-berkas mengenai kasus tanah yang menimpanya. "Girik, semua bayar pajak, ane ada, tenang aja. Ada kabar ditempatin calo, ada akte-akte, jempol-jempol juga udah ane urain di media. Pokoknya tunggu saja permainan ane, biar ini dikawal sama media. Terima kasih media," katanya.
(Arief Setyadi )