Selain itu, Susaningtyas menilai, diperlukan dialog dengan tokoh-tokoh Papua yang anti NKRI untuk ketahui apa keinginan mereka.
"Termasuk apa pendapat mereka terkait pemekaran Daerah Otonomi Baru di wilayah Papua. Ada pendapat hal ini akan diikuti pos-pos TNI Polri baru," ujarnya.
"Dialog dengan yang pro NKRI, termasuk dialog dengan kelompok adat, kelompok agama, tokoh pemuda, tokoh agama dan lain-lain," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)