JAKARTA - Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono dan rombongan helikopter yang mendarat darurat di Bukit Tamiai, Kerinci, berhasil dievakuasi dan sudah mendapatkan perawatan dokter.
Namun, insiden yang dialami oleh rombongan Kapolda Jambi tersebut menyisakan cerita tersendiri bagi Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Andri Ananta Yusdhistira. Ia menyempatkan untuk menceritakan kondisi dan situasi para rombongan helikopter tersebut usai mendarat darurat.
BACA JUGA: Bangkai Heli yang Membawa Kapolda Jambi Akan Diinvestigasi Baharkam
Andri mengungkapkan, ketika momen helikopter itu diterjang cuaca buruk dan mendarat darurat kejadiannya sangat cepat. Bahkan, ia sempat pingsan ketika peristiwa itu terjadi.
Ketika mendarat darurat dan kembali sadar dari pingsannya, Andri menuturkan, para korban merangkak dan saling bantu keluar helikopter. Sementara co-pilot, sudah terlontar keluar bersama kursinya.
BACA JUGA:Breaking News: Helikopter Rombongan Kapolda Jatim Mendarat Darurat di Tulungagung
"Sejak jatuh, crash, yang ada cuma minuman yang tersisa, makanan yang bisa kita makan. Di situ (dalam heli) kan ada buah keranjang. Tapi saat kejadian sudah terlempar ke mana-mana. Paginya baru kita cari," kata Andri kepada wartawan, Jakarta, Kamis (23/2/2023).
Andri menyebut, sesaat setelah pendaratan darurat tersebut, rombongan tidak memiliki persediaan makanan maupun minuman yang memadai.
Alhasil, mereka yang terluka namun masih memiliki tenaga mencari makanan yang tersisa dari helikopter tersebut. Ditemukanlah, tiga buah jeruk, yang akhirnya dibagi kepada delapan orang rombongan itu.
"Dapat tiga buah jeruk, kita makan jeruk. Ada satu orang yang masih sehat, coba cari makanan, cari minuman. Dapatlah 3 buah jeruk itu, bagi dikit-dikit bersama Pak Kapolda, makan bareng-bareng. Lumayanlah buat nambah tenaga," ujar Andri.
Selama satu hari pascakejadian itu mereka hanya bertahan dengan memakan jeruk itu. Barulah, di hari kedua, para korban bisa sedikit bernapas lega karena tim evakuasi darat maupun udara berhasil menyuplai logistik yang dibutuhkan.
"Dapat asupan makan lagi, ya pas ada bantuan logistik itu lah. Ada makanan kaleng (TB2), barulah kita makan," ucap Andri.
Di sisi lain, menurut Andri, dirinya juga aktif mengabarkan kepada sejumlah rekannya terkait dengan kondisinya termasuk kepada Kapolda Riau dan personel lainnya.
Memanfaatkan jaringan internet yang masih ada, Andri membagikan rekaman video dan juga aktif melakukan komunikasi lewat chat. Dirinya ingin mengabarkan jika kondisinya baik-baik saja.
Meskipun nyatanya, tubuh sudah penuh luka-luka. Tim darat dijelaskan Andri, baru bisa tiba sehari setelah kejadian. "Kami jadi lebih tenang," tutup Andri.
(Nanda Aria)