KKB Teroris Minta Senjata dan Uang, Apa Bakal Dikabulkan?

Qur'anul Hidayat, Jurnalis
Senin 27 Februari 2023 11:07 WIB
Boy Rafli Amar. (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya menyandera Philip Mark Mehrtens warga negara Selandia Baru yang bekerja sebagai pilot Susi Air. Kelompok tersebut lantas meminta sejumlah uang dan senjata dengan imbalan membebaskan pilot tersebut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar mengatakan hal itu akan sulit dikabulkan pemerintah.

"Tentu kita tidak ingin tuntutan yang sifatnya di luar akal sehat untuk dipenuhi," kata Boy Rafli usai melakukan kerja sama pencegahan terorisme dengan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) dan Pemuda Panca Marga di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat.

Boy menegaskan, pemerintah terutama instansi terkait yakni TNI/Polri saat ini terus berproses terutama dalam hal pembebasan Kapten Philips.

Baca juga: Strategi Keji KKB Egianus Kogoya, Jadikan Perempuan dan Anak-Anak Tameng Hidup

"Jadi semua on the track, dan yang terpenting orang Papua terus kita berikan pencerahan agar jangan sampai ikut narasi yang dibangun jaringan KKB yang menghalalkan kekerasan dalam mencapai tujuan," ucapnya.

Boy Rafli lantas meminta aparat penegak hukum agar tidak ragu-ragu menggunakan hukum terorisme dalam menindak anggota KKB di Tanah Papua karena merupakan kejahatan terorisme.

"KKB itu sudah merupakan bagian dari kejahatan terorisme," ucapnya.

Boy Rafli menambahkan, saat ini lembaga yang dipimpinnya terus melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum di Bumi Cenderawasih terkait penanganan KKB Papua.

Jenderal bintang tiga tersebut mengatakan aparat penegak hukum diminta tak ragu karena Indonesia sudah memiliki landasan dalam menindak yakni Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

BNPT juga, kata Boy Rafli, memiliki sejumlah program yang digunakan dalam menciptakan kedamaian di Papua. Program tersebut yakni Duta Damai, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme yang melibatkan langsung anak-anak Papua.

"Kita terus menyelenggarakan program pencegahan itu dengan mengedepankan para pemuda dan pemudi di Papua," ujar lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 tersebut.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya