Tari Bedhaya Ketawang, Ritual Raja Jawa Bersetubuh dengan Penguasa Laut Selatan

Solichan Arif, Jurnalis
Minggu 05 Maret 2023 07:08 WIB
Tarian Bedhaya Ketawang (foto: dok istimewa)
Share :

Semua yang menjadi kesenangan sang Ratu dipenuhi. Mulai sesaji berupa kain batik parang rusak awisan dalem dan kemben hijau kain cangkring sumekan gadung yang berpola hijau putih, yakni motif gadung mlati, hingga makanan kesukaanya.

Begitu pula dengan sembilan orang penari Bedhaya Ketawang. Mereka juga memakai busana batik dengan pola gadung mlati. Para penari rata-rata berparas rupawan.

Mereka berasal dari lingkungan keluarga bangsawan, bagian dari kerajaan. Selain berjiwa tenang, para penari Bedhaya Ketawang juga harus dalam keadaan bersih jasmani, yakni tidak dalam keadaan menstruasi.

Konon, Raja Jawa bisa langsung melihat siapa penari yang diambilnya nanti. Raja melihat penanda cahaya redup kehijauan yang memancar dari bagian paling tersembunyi (bagian intim) dari sang penari.

Di saat itu, si penari Bedhaya Ketawang akan mengalami situasi kerasukan, di mana diyakini roh halus sang Ratu sedang merasukinya.

“Sang penari yang kerasukan, dibawa ke Proboyekso (kediaman pribadi raja), di mana puteri belia itu disetubuhi oleh Susuhunan (Raja Jawa) dalam ritual yang mengingatkan rayuan asmara antara Senopati dan Ratu Kidul,” demikian tertulis dalam Perempuan-perempuan Perkasa di Jawa Abad XVIII-XIX (2016).

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya