ISTANBUL - Pemerintah China pada Rabu (8/3/2023) menyatakan akan memberikan bantuan keuangan sebesar USD210.000 (sekitar Rp3,2 miliar) untuk program keamanan nuklir Ukraina.
“China akan mendonasikan 200 ribu euro (Rp3,2 miliar) untuk program bantuan teknis keamanan dan keselamatan nuklir Ukraina yang bertujuan memperkuat keamanan fasilitas nuklir Ukraina dengan langkah nyata,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning saat konferensi pers di Beijing, seperti dikutip harian Global Times.
BACA JUGA:
Pernyataan Beijing muncul setelah Kiev mengatakan pembicaraan diplomatik antara Ukraina dan Rusia mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia (PLTN) mengalami kebuntuan, saat pertempuran di sekitar pembangkit yang dalam kendali Rusia itu terus berlangsung selama lebih dari setahun.
Pada Minggu (5/3/2023), Menteri Energi Ukraina German Galushchenko juga menyebutkan, laporan petugas Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang ditempatkan di pembangkit tersebut mengindikasikan bahwa Rusia bersikap sangat tidak profesional di wilayah itu.