Menurut dia, kalau sistem proporsional tertutup diterapkan akan sangat merugikan. Hal ini berpotensi pada pemuda yang lahir dari kalangan biasa saja.
"Tapi banyak pemuda yang lahir bulan dari keluarga ningrat di dalam sistem tertutup berapa banyak ruang yang diberikan. 2024 ini Untuk siapa, kalau itu untuk generasi yang muda banyak, artinya ada proses," ucapnya.
Michael kembali menegaskan agar anak muda diberikan ruang. Dia pun mencontohkan negara Uni Emirate Arab (UEA) yang memberikan ruang bagi pemuda. Padahal UEA bukan negara demokrasi seperti Indonesia.
"Konsen mereka dengan pemuda sangat signifikan. Menteri Pemuda yang benar-benar Pemuda (Menteri Pemuda UEA Shamma Al Mazrui). Saya harap Indonesia seperti itu. Terus juga menteri AI (Artificial Intelligence / kecerdasan buatan) di Uni Emirate Arab namanya Omar (Omar bin Sultan Al Olama) umurnya 27 tahun saat ditunjuk sebagai menteri," jelas Michael.
(Khafid Mardiyansyah)