Saat diukur ternyata luasan tanah bergoyang tersebut hanya sekitar 3 meter kali 3 meter persegi, dan berada di jalur yang biasa dilintasi truk tambang pasir.
Perangkat desa, Sutasmir mengatakan, belum diketahui pasti penyebab fenomena tanah bergoyang tersebut. Namun, diduga fenomena itu terjadi karena ada kandungan air di dalam tanah yang tertutup lapisan tanah di atasnya.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, perangkat desa setempat memberi tanda di lokasi tanah bergerak tersebut menggunakan kayu agar tidak dilintasi truk tambang pasir.
(Arief Setyadi )