Pasalnya, laporan intelijen terkait adanya WMD di Irak itu hanya klaim sepihak AS dan para sekutu saja. Padahal, pada tahun 1994 AS pernah memberikan validasi bahwa di Irak sudah tak ada lagi keberadaan senjata berbahaya.
3. Invasi AS ke Irak menewaskan ratusan ribu orang
Mengutip CNBC, imbas dari perang antara AS dan sekutu melawan Irak adalah menyebabkan ratusan korban jiwa melayang. Data dari Brown University menyebut ada 270.000 warga Irak tak berdosa tewas dan jutaan lain terluka.
Pertempuran tersebut juga menghancurkan hampir seluruh fasilitas dan infrastruktur, termasuk pusat-pusat peradaban Islam di Irak pun ikut hancur.
Melihat dampak yang dihasilkan dari perang atau invasi AS ke Irak tersebut, banyak yang menilai bahwa AS merupakan senjata pemusnah massal yang sebenarnya.
(Arief Setyadi )