5 Komentar Tokoh Soal Larangan Bukber, dari Wapres hingga Said Aqil

Tim Okezone, Jurnalis
Minggu 26 Maret 2023 04:01 WIB
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin (foto: Setwapres)
Share :

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk meniadakan kegiatan buka puasa bersama pada bulan ramadhan. Hal tersebut seperti yang disampaikan dalam Surat Sekretaris Kabinet Nomor 38/Seskab/DKK/03/2023. Surat tersebut ditandangani Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada 21 Maret 2023.

Surat perihal arahan terkait Penyelenggaraan Buka Puasa Bersama tersebut ditujukan kepada Menteri Kabinet Indonesia Maju, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala Badan/Lembaga. Sejumlah tokoh pun berkomentar terkait hal itu, berikut faktanya:

1. Wapres Maruf Amin: Supaya Tidak Boros

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, melalui, Juru Bicaranya Masduki Baidlowi mengatakan, Wapres mendukung penuh kebijakan Presiden Jokowi tersebut.

Wapres, kata Masduki, memastikan tujuan dari Presiden Jokowi tersebut salah satunya agar para pejabat yang tengah menjadi sorotan akibat gaya hidup mewahnya tidak boros.

"Respon pak Wapres ya baik-baik saja lah, maksudnya (larangan) Pak Jokowi kan baik supaya pejabat tidak boros,” kata Masduki kepada MNC Portal.

2. Menag Gus Yaqut: Anak Buah Ikuti Arahan Presiden

 

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi larangan tapi menjadi arahan. Dan sebagai anak buah, dirinya akan terus mengikuti arahan dari Presiden Jokowi.

"Itu bukan larangan tetapi arahan dari presiden karena melihat kondisi situasi. Lah kita sebagai anak buah ya pasti akan mengikuti dong arahan presiden," kata Yaqut di Komplek Istana Kepresidenan.

Terkait cap-anti Islam yang dikatakan oleh Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, Yaqut membantah hal itu. "Enggak kok, buka bersama kok, enggak lah presiden sangat concern terhadap Islam. presiden sangat perhatian dengan umat Islam," kata Yaqut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya