Mbah Asih aktif bermasyarakat. la rutin mengikuti hajatan warga, tirakatan, uyon-uyon, dandan kali (memelihara sungai), nyadran (mendoakan leluhur), dan lain sebagainya. la menyadari gotong royong semacam itu vital bagi kelangsungan hidup mereka sehari-hari.
“Tanpa kerja sama dengan masyarakat tidak bisa jalan," bebernya.
Sebagai juru kunci, Mbah Asih sesekali juga diminta oleh pengunjung Merapi untuk mengantar mereka berziarah. Jika ada orang yang berkeinginan berdoa di suatu lokasi maka di harus mengantarkan. Beberapa lokasi yang menjadi favorit untuk berziarah adalah di Srimanganti, di Alas Bedengan, atau petilasan.
"Dalam hal ini, peran saya hanya mengantarkan. Selanjutnya, yang punya hajat itu silakan,"tambahnya
Mbah Asih dan rekan-rekan bersinergi dengan BMKG dan BPTTKG DIY untuk menjaga keselamatan warga sekitar. Tugasnya sebagai pengirit sebatas meneruskan informasi kepada warga dan menghimbau mereka untuk waspada saat diperlukan. Sementara perintah mengungsi dan penanganan para pengungsi berada di tangan pemerintah.
(Awaludin)