JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan bahwa upaya penangkapan koruptor terasa sia-sia lantaran daya regenarasi para koruptor terlampau lebih cepat.
"KPK menangkap para pejabat dan bupati, walikota, gubernur sampai para menteri. Anggota dewan dan lain-lain itu ketepatannya sudah tepat. Tetapi daya menangkapnya masih kalah dengan daya kecepatan regenerasi koruptornya," tutur Ghufron dalam sambutan pada kegiatan MoU pemberantasan korupsi dengan DMI, di Kantor DMI, Jakarta Timur, Kamis (13/4/2023).
Menurutnya, upaya penangkapan yang dilakukan KPK menjadi sia-sia dan tak berarti untuk pemberantasan korupsi di tanah air. Ia merasa, perbaikan di sektor hulu perlu dilakukan guna memberantas korupsi.
"Proses di hulunya yaitu proses politik yang gagal, demokrasinya, demokrasi yang melahirkan bukan orang-orang yang secara baik kapabilitas, baik kompetensi maupun integritas dan komitmennya untuk rakyat itu tidak ada, karena asumsinya kemudian seakan-akan jabatan hanya pertarungan modal untuk mendudukinya," terang Ghufron.