Benteng sisi timur Batavia itu merupakan satu- satunya yang tersisa sebagai penanda batas wilayah Batavia atau Kota Lama Jakarta di sisi timur sebagaimana dituliskan dalam buku “Sejarah Jakarta, Adolf Heuken".
Dalam bukunya, Heuken menyebutkan bahwa benteng tepi timur Batavia berada di pinggir Sungai Ciliwung. Benteng itu sekaligus dipergunakan sebagai gudang bahan makanan pada zaman VOC Belanda.
Benteng tersebut memiliki dua fungsi. Untuk gudang bahan makanan dan benteng penjagaan wilayah terlihat ada efisiensi penugasan militer.
Sehingga tentara yang berjaga dapat menjaga keamanan persediaan bahan makanan, sekaligus menjaga batas wilayah. Selain itu, benteng tepi timur Batavia juga dikenal dengan gudang gandum (graanpakhuizen).
Gudang ini terletak sekitar ratusan meter setelah Menara Syahbandar dari arah laut. Menara itu sekarang dapat dilihat berada di seberang jalan Gedung Galangan Kapal VOC. Di sebelahnya ada lokasi loji perdagangan Inggris.