Sedangkan di selatan kastil terdapat Pecinan pertama di Jayakarta sebelum akhirnya ketiga situs tersebut dirombak total oleh Belanda dan dinamai sebagai Batavia setelah tahun 1619.
Bangunan benteng tepi timur Batavia, kata Heuken, sebetulnya terdiri atas lebih dari dua bangunan yang letaknya saling berdekatan.
"Namun, beberapa bangunan lainnya di sebelah selatan bangunan yang tersisa sekarang sudah dibongkar untuk jalur jalan layang Tol RE Martadinata," katanya.
Situs lainnya ada juga benteng tepi barat Batavia (Westzijdsche Pakhuizen/Gudang Tepi Barat). Benteng ini sekarang dikenal sebagai bangunan Museum Bahari.
Benteng tersebut sebelumnya berfungsi sebagai gudang bahan makanan. Di benteng tepi barat Batavia dipergunakan untuk menyimpan hasil perkebunan, seperti lada, kopi, teh, atau kain dalam jumlah besar.
Sedangkan benteng tepi timur Batavia dipergunakan untuk menyimpan gandum, beras, kacang tanah, kacang ijo, kue- kue kering untuk perbekalan kapal, dan sebagainya.
Gudang bahan makanan perlu diawasi tentara, sekaligus tentara itu berjaga untuk pertahanan wilayah Batavia. Sehingga sangat terlihat jelas efisiensi yang dilakukan militer zaman VOC Belanda.
(Arief Setyadi )