JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman merasa kecewa ketika melihat pembangunan asrama milik Yonif Mekanis 516/CY.
Asrama yang berada di Desa Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu dinilai masih jauh dari standar.
Berikut sejumlah faktanya:
1. Mutu Pekerjaan Rendah
Jenderal Dudung merasa mutu pekerjaan yang dilaksanakan pihak rekanan dianggap tidak sesuai dengan fakta yang dijanjikan. Seharusnya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang sudah diterima atau dijanjikan.
"Bagaimana bisa nyaman tinggal di sini kalau di dalamnya panas, pengap karena tidak ada ventilasi. Kasihan prajurit yang sudah kepanasan di hutan, tapi sampai di rumah masih kepanasan juga," kata Jenderal Dudung.
2. Tidak Berfungsi dengan Baik
Selain itu, ditemukan juga kondisi rumah yang tidak berfungsi dengan baik sehingga Jenderal Dudung mendesak keras agar rekanan penerima pekerjaan tersebut segera dievaluasi kembali.
"Panggil segera rekanan pembangunannya, lakukan perbaikan, cat ulang, harus ada perbaikan, apalagi bocor di mana-mana. Pokoknya saya ingin tempat tinggal ini harus nyaman dan berfungsi baik untuk prajurit," tambahnya.
BACA JUGA:
3. Tidak Sesuai Spesifikasi
Dalam melakukan evaluasi, Jenderal Dudung juga memberikan contoh pembangunan markas komando yang sangat bagus. Namun ironisnya berbanding terbalik dengan rumah tinggal untuk prajurit yang kerap tidak sesuai spesifikasi yang dijanjikan atau terkesan asal-asalan.
"Saya saja ditawari uang oleh rekanan tapi saya tolak. Ada buktinya. Sebab, kalau saya terima pasti mempengaruhi hasil yang dibuat, akan tidak baik, tidak bisa sesuai spesifikasi," imbuhnya.