4. Kualitas Pembangunan Rendah
Dengan adanya ketidaksesuaian spesifikasi tentunya akan berpengaruh terhadap kualitas. Kualitas pembangunan yang rendah, tidak akan membuat penghuninya merasa nyaman.
"Kita seharusnya menjadi contoh dan bukan bermegah-megahan. Bangun markas komando saja bisa megah, tapi rumah prajurit jelek. Harusnya dibuat agar nyaman dan berfungsi baik. Pengembangnya harus bertanggungjawab, jangan-jangan banyak korupsinya," katanya.
5. Banyak Mendapat Keluhan
Salah satu penghuni rumah, Pratu Robby Natalis anggota Kompi 516 bersama istri, Zulia Puspa Ningrum juga menyampaikan keluhannya kepada Jenderal Dudung. Ia mengatakan, bahwa rumah yang dihuninya sudah bocor.
"Belum ada tiga bulan ditempati tapi dua kamar saya bocor, teras depan juga lalu wastafel airnya mengembang dan tidak mengalir," katanya.
"Sempat kemarin ditinggal pulang kampung dan kebanjiran karena air masuk dari belakang dan tidak keluar ke saluran depan. Semoga setelah ini ada perbaikan dan nyaman ditinggali. Terlebih saya akan punya bayi pertama dalam waktu tiga bulan lagi," katanya.
Di kesempatan yang sama, Jenderal Dudung juga mendoakan Zulia agar nantinya dapat melahirkan dengan selamat dan sehat.
"Terima kasih banyak Bapak KASAD. Saya kini hamil tujuh bulan dan dikunjungi, diperhatikan, diberikan ‘salam tempel’ serta didoakan. Semoga bapak KASAD sehat selalu dan lancar rezekinya," ucapnya.
Diketahui pembangunan asrama tersebut merupakan bentuk kepedulian pimpinan TNI-AD terhadap kesejahteraan prajurit yang kini dihuni sekitar 50 kepala keluarga dari 89 unit sehingga diharapkan hasil pembangunan tetap terjaga dan bisa bermanfaat.
(Qur'anul Hidayat)