Menurutnya, jumlah tenant yang di atas itu merupakan penyewa tenant yang telah terdaftar ke manajemen, tetapi kembali menyewakannya ke pihak lain. Hal ini membuat penyewa yang tidak menyewanya langsung ke manajemen pengelola juga merasa dirugikan atas peristiwa kebakaran ini.
"Semuanya itu (jumlah tenant) 137, semuanya di tiga lantai. Jadi kalau memang lebih itu ada dua kemungkinan, pihak penyewa menyewa kepada manajemen, tapi disewakan lagi menjadi dua tiga atau sebagainya," ungkapnya.
"Kita tidak mempunyai tanggung jawab terhadap mereka, ada kaitannya dengan manajemen. Manajemen hanya mencatat siapa yang menyewa kepada manajemen, makanya kok sampai berkembang banyak. Padahal hanya 137," imbuhnya.
Pihaknya kini memfasilitasi agar para pemilik tenant tersebut bisa berjualan sementara di lahan relokasi. Setidaknya ada empat tempat relokasi yang muncul dan sudah dikomunikasikan oleh manajemen pengelola Malang Plaza.
"Dan ini menjadi kajian nanti para tenant, mana nanti yang dipilih. Dari tenant kita rundingkan, kita beri waktu untuk berunding, Tapi semua alternatif alternatif sudah saya kasihkan. Karena kita nanti juga akan menyiapkan untuk itu, dan semuanya kita sudah menghubungi," pungkasnya.