Doktor Ahli Tafsir Alquran ini melanjutkan, untuk yang ketiga membicarakan nikmat orang lain. Dia mencontohkan, ada teman sanggup membeli sepeda motor, kemudian membicarakannya.
"Tidak usah membicarakan nikmat orang lain. Ketika kita keberatan, maka tidak ridha qodho dan qodar, " ujarnya.
"Jangan menyebut sesuatu yang tidak baik tentang nikmat. Membicarakan bukan rangka iktibar (mencari hikmah), menyebutnya apalagi dengan niat tidak baik, jauhi itu," lanjut dia.
Keempat, sambung TGB, menyebut kekurangan seseorang. Ketika menyebut kekurangan orang, kata dia, sama halnya merugikan diri sendiri. Amal yang sudah susah punya dilakukan hilang pahalanya ke orang yang dibicarakan.
"Side (Anda) lelah zikir, yang dapat pahala orang itu (yang dibicarakan), " katanya.
Sementara, hadir dalam Tabligh Akbar itu Ketua I Muslimat NWDI Hj Erica Zainul Majdi, Ketua DPW Partai Perindo NTB H Khairul Rizal, calon DPD RI dapil NTB Ustad Rifqi Farabi, dan Ketua PD NWDI Lombok Tengah H Habib Ziadi.
(Arief Setyadi )