JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini mengungkapkan kronologi penggeledahan yang dilakukan korupsi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi bansos di Kemensos, Selasa, 22 Mei 2023.
Saat itu kata Risma, penyidik KPK datang untuk meminta izin penggeledahan di Ditjen pemberdayaan sosial (dayasos) saat sedang rapat. Berikut sejumlah faktanya:
1. Mensos Risma Langsung Curiga
"Saya rapat, ada dari umum menyampaikan, Bu ada KPK ke dayasos, saya langsung nangkap pasti soal BGR," ujar Mensos Risma dalam konferensi pers di kantor Salemba, Jakarta Pusat.
Selanjutnya, Risma langsung menemui penyidik KPK dan menginzinkan untuk melakukan penggeledahan di kantor Kemensos
Setelah meminta izin, tim KPK di antar ke ruangan pengeledahan, lalu Risma kembali melanjutkan rapatnya.
"Mereka naik sudah ketemu saya. Terus saya enggak tau, ke lantai mana. Saya enggak tau, saya tetep kerja di ruangan, yang minta diselesaikan bulan Juni," ujarnya.
2. Mutasi Pegawai Diduga Terlibat Korupsi Bansos Beras
Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini mengatakan pihaknya telah melakukan mutasi kepada beberapa pegawai yang terlibat dalam keterlibatan dugaan korupsi bansos beras tahun 2020.
"Memang ada yang saya nonjobkan,” ucap Mensos Risma dalam konferensi pers di Kantor kementerian Sosial, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2023).
Dia mengatakan pegawai tersebut telah dipindahkan dan kini tidak memegang jabatan stategis. Mutasi tersebut dilakukan guna mengamankan Kementerian Sosial.
3. Tak Mau Beri Bansos Berupa Barang
Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini merespons penggeledahan kantor Kemensos oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi bansos.
Dia menegaskan bahwa dirinya selalu memegang teguh perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak memberikan bantuan dalam bentuk barang.
"2021 saat saya dilantik Presiden, beliau menyampaikan ke saya 'Bu kalau bisa bukan berupa barang itu bantu aja uang, saya pegang perintah itu," kata Mensos Risma dalam konferensi pers, di kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (24/5/2023).
4. Penyidik KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah dokumen dan bukti elektronik dari hasil penggeledahan di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat pada Selasa (23/5/2023).
"Selama proses penggeledahan, ditemukan dan diamankan bukti-bukti antara lain berupa berbagai dokumen dan bukti elektronik yang tentunya memiliki keterkaitan dengan perkara," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fiqri saat dikonfirmasi, Rabu (24/5/2023).
Terhadap barang yang diamankan, kata Ali, tim penyidik akan melakukan analisi dan penyitaan guna melengkapi berkas perkara para tersangka.
"Segera dilakukan analisis sekaligus penyitaan untuk melengkapi pemberkasan perkara," kata Ali.
5. Risma Bagikan Pengalamannya jika Ingin Korupsi
Mensos Tri Rismaharini membagikan pengalaman saat dia menyelamatkan salah satu aset Pemda Surabaya dari Yayasan Kas Pembangunan (YKP) yang ditaksir mencapai Rp10 Triliun.
Hal ini sebagai respons atas pemberitaan dugaan korupsi bansos Kemensos tahun 2020 yang disidik KPK.
"Aku tuh menyelamatkan berapa aset? Mulai YKP Surabaya nilai asetnya lebih dari Rp10 T, gelora Pancasila, ada yang di Sidoarjo, Gresik banyak aset yang saya selamat kan," kata Risma, Sabtu (27/5/2023).
Risma mengklaim, telah menyelesaikan sengketa aset Pemda oleh pihak ketika sekitar 6.000 persegi meter. 3.000 meter persegi itu dia gunakan untuk membangun sekolah di Surabaya.
"YKP sudah berapa tahun, aku enggak bergeming, kalau aku mau mungkin ya gak kembali lah, banyak sekali aset yang tak kembalikan. Itu baru aset, jadi kalau aku mau nakal ya dari dulu lah," tandasnya.
(Awaludin)