"Tapi kemana ini sekarang? Siapa yang menikmati? Saat ini yang menikmati ya industri-industri besar seperti produk mie instan, sabun, dan lain-lain," tambahnya.
Melihat potensi ini, Gus Yaqut berharap semestinya pihak pengelola pesantren memiliki kepekaan yang tinggi. "Tolong dipikirkan, bagaimana Gus-gus, Ajengan, kiai muda semua di sini mulai bersinergi. Mari kita bangun pesantren ini bersama-sama. Saya berharap, misalnya, nanti ke depan, kalau masuk di pesantren, tidak ada lagi tuh kacang kulit kemasan merk pabrik ternama. Tapi ada kacang goreng produksi pesantren sendiri," ucap Gus Yaqut.
Lebih lanjut, Gus Yaqut menyebut Kemenag siap memberikan dukungan terhadap upaya-upaya peningkatan ekosistem ekonomi pesantren ini.
"Ada program-program kemandirian pesantren yang siap mendukung perekonomian pesantren," pungkasnya.
(Fakhrizal Fakhri )