4 Fakta Aksi Teror KKB Pimpinan Pecatan TNI Yotam Bugiangge

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Rabu 31 Mei 2023 06:09 WIB
Yotam Bugiangge (tangkapan layar media sosial)
Share :

JAYAPURA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) teroris pimpinan Yotam Bugiangge semakin brutal belakangan hari ini. Kontak tembak pun terjadi antara KKB dengan TNI-Polri.

Berikut fakta aksi teror KKB pimpinan Yotam Bugiangge, sebagaimana dirangkum pada Rabu (31/5/2023) :

1. Kontak Tembak dengan TNI-Polri

Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Penelewen menyebut terjadi kontak tembak antara KKB pimpinan Yotam dengan TNI-Polri di wilayah Nduga, Papua Pegunungan. Kontak tembak terjadi pada Senin (29/5/2023).

“KKB pimpinan Yotam sejak Senin (29/5) melakukan aksi penembakan sehingga terjadi kontak tembak dengan anggota TNI dan Polri,” ujar Kapolres Nduga AKBP Rio Alexander Penelewen dilansir Antara, Selasa (30/5/2023).

2. Warga Mengungsi

Sebanyak 156 warga yang bermukim di Nogoloit terpaksa mengungsi ke Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Mereka untuk sementara dimukimkan di Gereja Siloam. Hal itu setelah KKB pimpinan Yotam melakukan aksi teror.

3. Tegakkan Hukum

AKBP Rio menjelaskan, uuntuk mencegah makin meluaskan gangguan keamanan yang dilakukan KKB Yotam, pihaknya akan melakukan penegakan hukum.

4. Satu Rantis Tertembak

Sebelumnya, pada Jumat (26/5) juga terjadi kontak tembak dengan KKB di kawasan Nogoloit. Bahkan kejadian itu menyebabkan satu mobil Rantis (Kendaraan Taktis) Tambora terkena tembakan di bagian depan.

Sebagaimana diketahui, Yotam Bugiangge merupakan mantan prajurit dari Batalion Infanteri 756/Wimane Sili (Yonif 756/MWS).

Mantan anggota Kompi-C Yonif 756/WMS yang telah dipecat ini menghilang sejak 17 Desember 2021. Yotam kabur sambil membawa satu pucuk senjata SS-2 V1, saat melaksanakan tugas jaga.

Yotam Bugiangge bergabung dengan Egianus Kogoya sebelum dirinya berpisah dan memimpin KKB di Nduga.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya