Besok Penjual Pakaian Bekas Demo, Perindo: Keluhan Pedagang Perlu Didengarkan dan Diberikan Solusi

Nur Khabibi, Jurnalis
Senin 05 Juni 2023 16:48 WIB
Yerry Tawalujan/Foto: MPI
Share :

Menurutnya, kompetitor utama UMKM pakaian jadi dalam negeri bukan thrifting, tetapi impor pakaian jadi dari China.

Merujuk data BPS, impor pakaian jadi dari China tahun 2019 sebanyak 64.660 ton. Tahun 2020 sejumlah 51.790 ton, dan tahun 2021 naik menjadi 57. 110 ton.

Bandingkan dengan impor pakaian bekas, yang paling banyak dari China. Tahun 2019 sejumlah 417 ton, tahun 2020 sebanyak 66 ton, dan tahun 2021 turun menjadi 8 ton saja.

"Berdasarkan data BPS tersebut, dengan jelas terlihat bahwa musuh utama UMKM pakaian jadi dalam negeri bukan impor pakaian bekas, tetapi impor pakaian jadi asal China," ujar Yerry.

Lebih lanjut Yerry menyatakan, meminta ada win-win solution antara Pemerintah, UMKM, pedagang barang bekas dan konsumen barang bekas.

"Impor barang bekas diatur dan dikenakan pajak saja, dilegalkan. Dipihak lain kurangi impor pakaian jadi dari China dan tingkatkan kualitas UMKM pakaian jadi dalam negeri," pungkasnya.

(Nanda Aria)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya