Cerita Unik Alex Kawilarang, Dua Kali Promosi Pangkat dalam 10 Menit

Nanda Aria, Jurnalis
Senin 12 Juni 2023 06:03 WIB
Ilustrasi/ Doc: Istimewa
Share :

JAKARTA - Nama Alexander Evert Kawilarang tercatat dalam sejarah lewat beberapa sepak terjangnya yang unik di masa revolusi. Dia juga dikenal luas dalam catatan sejarah, sebagai satu-satunya figur yang pernah menampar Soeharto yang kelak, jadi Presiden kedua RI dengan rezim lebih dari tiga dekade.

Kawilarang memiliki kisah unik, dan mungkin, takkan pernah terjadi lagi dalam sejarah kemiliteran Indonesia. Pasalnya ternyata, Kawilarang pernah dua kali dipromosikan pangkat hanya dalam kurun waktu 10 menit saja!

 BACA JUGA:

Asal muasalnya, berawal dari keinginan Kawilarang bergabung ke tentara republik, pasca-Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Rasa nasionalismenya tumbuh sejak berulang kali disiksa Jepang.

Dia merasa mampu ikut ketentaraan di pihak republik, sebagai eks siswa KMA dan anggota KNIL (Koninklijke Nederlandsch Indisch Leger) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Setelah minta restu keluarga, di mana ayahnya pensiunan KNIL berpangkat Mayor, Kawilarang segera lapor diri untuk mendaftar.

Kawilarang pun menghadap Kepala Markas Besar Umum TKR (Tentara Keamanan Rakyat) Letjen Oerip Soemohardjo yang kemudian, menganjurkannya menemui Komandan Komandemen Jawa Barat Mayjen Didi Kartasasmita di Purwakarta.

Berangkatlah Kawilarang bersama tiga rekan eks KNIL juga, seperti Ahmad Joenoes Mokoginta, Askari dan Kusno Utomo, hingga tiba di Purwakarta dan menghadap Mayjen Didi Kartasasmita pada 25 Oktober 1945.

Awalnya, mereka diembankan tugas sebagai penghubung antar-resimen di Cikampek dan Purwakarta zonder alias tanpa pangkat. Jadi statusnya masih penghubung sipil yang hanya berbekal surat jalan.

Mereka juga ikut ketika Mayjen Didi Kartasasmita dan Menteri Pertahanan (Menhan) Amir Sjarifoeddin berkantor di (kantor penghubung) Jalan Cilacap, Jakarta. Nah, di sinilah terjadi titik balik karier kemiliteran Kawilarang.

Pada suatu ketika, Mayjen Didi memanggil Kawilarang dan menyatakan bahwa sudah waktunya Kawilarang diberikan pangkat. Saat itu, Mayjen Didi awalnya mengusulkan pangkat kapten dan segera minta “restu” Menhan di ruangan sebelah.

“Minister, vindt U goed det ik hem Kapitein maak? (Pak Menteri, apakah Anda setuju dia saya jadikan Kapten),” seru Mayjen Didi kepada Menhan Amir Sjarifoeddin dalam bahasa Belanda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya