Karena takut penduduk Jepang akan terbujuk dengan perlakuan baik dari AS, pemerintah Jepang melancarkan propaganda pidato Kaisar Hirohito untuk menghasut mereka untuk bunuh diri saat kedatangan AS.
Pemerintah juga menjanjikan kepada penduduk yang mati selama pertempuran bahwa mereka akan mendapatkan tempat yang sama seperti tentara Jepang di kehidupan setelah kematian nanti.
Pesan propaganda ini sempat ditahan oleh Jenderal Hideki Tōjō pada 30 Juni, namun akhirnya disampaikan juga ke para penduduk.
Saat tentara AS tiba di Saipan, sekitar 1.000 penduduk Jepang terlanjur bunuh diri. Mereka yang tinggal di dekat tebing, melompat dan tewas. Tempat ini kini dikenal dengan nama Tebing Bunuh Diri atau Tebing Banzai. Salah satu sebab banyaknya penduduk yang bunuh diri adalah karena ditakut-takuti mitos bahwa tentara AS akan memutilasi mereka saat tertangkap.
Pertempuran jarak dekat juga membuat korban sipil banyak berjatuhan. Kehadiran para penduduk ini sulit dibedakan dengan tentara Jepang. Salah satu teknik yang menimbulkan banyak korban sipil yaitu menggunakan peledak berkekuatan tinggi dan ditambahkan cairan mudah terbakar yang kemudian dilemparkan ke bungker perlindungan.
(Susi Susanti)