JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi besar-besaran di tubuh Polri. Mutasi itu tertuang dalam surat telegram Nomor:ST/1393/VI/KEP./2023, per tanggal 24 Juni 2023.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Hankam dan Siber, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati memandang mutasi pejabat tinggi (Pati) dan pejabat menengah (Pamen) di tubuh Polri sebagai hal yang biasa dalam dinamika sistem keamanan.
BACA JUGA:
"Menurut saya, mutasi yang berlangsung ini hal biasa dalam dinamika sistem keamanan. Apalagi pihak yang dimutasi kali ini sesuai dengan keahlian masing-masing," katanya, Selasa (27/6/2023).
Menurutnya, Komjen Agus Adrianto cocok sebagai Wakapolri, selain banyak pengalaman di bidang Reskrim juga yang bersangkutan dikenal sebagai Pati Polri yang Humanis.
BACA JUGA:
Sedangkan, Komjen Pol. Suntana sangat cocok sebagai Kabaintelkam. Kalangan intelijen pun disebutnya menyambut gembira pengangkatannya sebagai Kabaintelkam.
"Selain berpengalaman dibidang intelijen keamanan juga memiliki jaringan yang luas," ujarnya.
"Demikian juga dengan para Kapolda. Irjen Pol Agung Setia dan Irjen Pol Adang Ginanjar merupakan Pati tangguh yang diyakini akan sukses melaksanakan program dan visi misi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit," tambahnya.
Susaningtyas mengatakan, di era digitalisasi saat ini Polri harus dapat beradaptasi dengan cepat untuk mengantisipasi ancaman siber dan juga kemungkinan perang hibrida.
"Polri menghadapi jaman digitalisasi dan perang siber, harus cepat tanggap terhadap jenis ancaman baru, yaitu perang hibrida termasuk militer dan nonmiliter," ucapnya..
Adapun, kinerja para Pati tersebut diharapkan berhasil melaksanakan tugasnya sesuai dengan visi misi Kapolri sebagai berikut:
Kata responsibilitas dan transparansi berkeadilan yang menyertai pendekatan pemolisian prediktif ditekankan agar setiap anggota Polri mampu melaksanakan tugasnya secara cepat dan tepat, responsif, humanis, transparan, bertanggung jawab, serta berkeadilan.
Konsep Presisi diharapkan tidak hanya sekadar menjadi jargon namun juga benar-benar diterapkan dalam bertugas.
Untuk mewujudkan Polri yang ideal, terdapat sejumlah langkah komitmen yang ditawarkan Kapolri dalam kaitannya dengan konsep Presisi, yakni:
- Menjadikan Polri sebagai institusi yang Presisi;
- Menjamin keamanan untuk mendukung program pembangunan nasional;
- Menjaga soliditas internal;
- Meningkatkan sinergisitas dan soliditas TNI-Polri, serta bekerjasama dengan APH dan kementerian/lembaga untuk mendukung dan mengawal program pemerintah;
- Mendukung terciptanya ekosistem inovasi dan kreatifitas yang mendorong kemajuan Indonesia;
- Menampilkan kepemimpinan yang melayani dan menjadi teladan;
- Mengedepankan pencegahan permasalahan, pelaksanaan keadilan restoratif dan problem solving;
Setia kepada NKRI dan senantiasa merawat Kebhinekaan.
(Nanda Aria)