BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Guyur Indonesia Sepekan ke Depan

Binti Mufarida, Jurnalis
Senin 10 Juli 2023 14:23 WIB
Kepala BMKG Dwikorita (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat yang dapat mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia dalam sepekan kedepan. Peringatan dini ini telah dikeluarkan oleh BMKG sejak 4 Juli dan diperbarui pada 8 Juli 2023 lalu.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati pun menjelaskan hujan yang masih bisa berpotensi terjadi meskipun sedang di musim kemarau.

“Jadi musim kemarau ini kriterianya adalah curah hujan rata-rata bulanan, di mana curah hujan rata-rata bulanan ini sangat rendah, dapat mencapai hanya 20 mm dan bahkan dapat 0 mm dan ini skala waktunya adalah skala waktu bulanan sampai 5-6 bulan,” kata Dwikorita dalam keterangannya, Senin (10/7/2023).

Dwikorita pun mengungkapkan tiga pemicu hujan lebat yang terjadi pada musim kemarau ini. Pertama yakni adanya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), kemudian gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin.

Diketahui, MJO, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin merupakan fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya pola konvektifitas dan dapat menimbulkan potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah fase aktif yang dilewatinya.

“Di dalam satu bulan itu bisa terjadi fenomena yang sifatnya lokal atau sub regional atau regional dengan skala waktunya harian, harian sampai 1 minggu yaitu misalnya saat ini terjadi aktifnya Madden Julian Oscillation serta gelombang ekuator atau gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial di sekitar wilayah Indonesia yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan secara tidak langsung meningkatkan potensi curah hujan tinggi tapi ini hanya dalam skala waktu beberapa hari sampai sepekan kedepan,” jelas Dwikorita.

“Dan fenomena ini sangat dinamis terutama Madden Julian Oscillation ini akan selalu terulang kembali periode berikutnya dalam waktu 30 hingga 40 hari,” tambahnya.

Oleh karena itu, kata Dwikorita, meskipun dalam 40 hari masih berada pada musim hujan, namun potensi hujan lebat masih akan terjadi akibat adanya fenomena MJO ini.

 BACA JUGA:

“Jadi katakan bulan depan 40 hari lagi itu masih musim kemarau, bisa terjadi lagi hujan yang seperti saat ini hujan lebat sangat lebat karena Madden Julian Oscillation ini adalah pergerakan arak-arakan kumpulan awan hujan yang masif bergerak dari arah Samudra Hindia bagian ekuator sedang memasuki wilayah Indonesia. Dan inilah yang memicu terjadinya hujan lebat sampai sangat lebat bahkan ekstrem,” paparnya.

 BACA JUGA:

Selain itu, kata Dwikorita, terjadinya pola belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Indonesia yang dipicu oleh adanya pola sirkulasi di sekitar wilayah Samudera Pasifik utara Papua Barat, kondisi ini dapat turut memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan.

“Secara lokal atau regional terjadi juga ini akibat perbedaan tekanan terjadinya pembelokan-pembelokan arah angin dikala angin itu membelok, kecepatannya melambat dan angin itu membawa uap air dari Samudra, dari arah selatan ya. Nah, ini saat merambat uap air itu akan turun sebagai hujan,” paparnya.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya