"Kebetulan saya orangnya tidak suka merepotkan orang," katanya.
Sebelum menekuni bisnis fashion, Evi awalnya belajar memasak. Memang sulit karena tidak terbiasa menggunakan tangan kiri. Tapi lama-kelamaan kemampuan memasaknya semakin terasah. Setelah itu, dia mulai belajar merancang baju.
Ketika baju yang dirancang sudah jadi, diapun menjualnya secara online dan juga offline. Tak disangka, respon pasar sangat bagus. Baju rancangannya diterima dengan baik oleh masyarakat. Akhirnya, semakin hari bisnis fashion yang dia geluti semakin berkembang.
"Saya belajar secara otodidak di rumah. Saya modal sendiri dan alhamdulilah sekarang sudah ada karyawan," pungkasnya.
(Awaludin)