Tak Peduli Disiksa Jepang di Dalam Penjara, KH Hasyim Asyari Tetap Tolak Ritual Seikerei

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 28 Juli 2023 08:01 WIB
KH Hasyim Asyari (Foto: NU Online)
Share :

JAKARTAPendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari rela dihukum dan siksa di penjara karena menolak perintah Jepang yang dianggap tak sesuai dengan keyakinannya.

Dalam buku biografi KH Hasyim Asy'ari berjudul ‘Guru Sejati, Hasyim Asy’ari’, dikisahkan bahwa pada 1942 Hasyim Asy'ari beserta beberapa santri ditahan karena melakukan penolakan terhadap Seikerei. Yakni ritual penghormatan terhadap Kaisar Hirohito dan ketaatan pada Dewa Matahari (Amaterasu Omikami).

Seperti diketahui, Jepang mewajibkan Seikerei bagi rakyat Indonesia kala itu. Seikerei dilakukan dengan membungkuk ke arah Tokyo setiap pukul 07.00 pagi.

Hasyim Asy'ari menolak Seikerei karena menurutnya hanya Allah yang patut disembah, bukan manusia atau matahari.

Dia pun ditangkap tentara Jepang karena dianggap akan melakukan pemberontakan. Kakek Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu juga mengalami penyiksaan selama di penjara.

Selama dalam tahanan, banyak penyiksaan fisik yang diterima Hasyim, bahkan salah satu jarinya patah hingga tidak dapat digerakkan.

Akhirnya setelah empat bulan, tepatnya pada tanggal 18 Agustus 1942, pendiri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang ini dibebaskan karena banyaknya protes dari kalangan kiai dan santri. Ada sebuah foto Kiai Hasyim bertemu petinggi militer Jepang di Jakarta setelah insiden penangkapannya di Jombang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya