KALSEL - Faizal Achmad Nur Saufi, remaja asal Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan memang bercita-cita menjadi polisi. Begitu lulus dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Faizal langsung mendaftar Calon Siswa Taruna Akademi Kepolisian (Akpol).
Mimpinya menjadi polisi memang tak diberi jalan mudah. Tiga kali Faizal mendaftar, tiga kali pula anak penjual kayu ini gagal.
“Menjadi polisi merupakan cita-cita saya harapan kedua orangtua saya,” kata Faizal usai pengumuman kelulusan Akpol 2023.
Meski tiga kali gagal, saat ujian masuk Tahun 2023 ini Faizal mencoba kembali untuk yang keempat kalinya. Kegigihannya membuahkan hasil. Remaja yang punya prestasi akademik dan olahraga ini lolos.
“Saya sudah mendaftar Akademi Kepolisian sebanyak empat kali. Karena saya yakin, gagal satu kali, bangkit dua kali. Gagal dua kali, bangkit tiga kali. Gagal tiga kali, bangkit empat kali dan terbukti di tahun keempat saya mendaftar ini saya berhasil,” katanya.
Faizal bukanlah orang kaya di kampungnya. Juga bukan keturunan darah biru yang punya keistimewaan.
Ayahnya, Hasan, hanyalah penjual kayu di Kabupaten Tanah Laut. Rumahnya, bangunan semi permanen terletak di belakang toko kayunya. Sehari-hari Hasan menjaga toko dan mengantar pesanan menggunakan mobil bak terbuka yang sudah tua.