JAKARTA - Korban penganiayaan hingga tewas Hasanuddin (42) merupakan warga asal Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Selain itu, korban merupakan seorang yang sangat dikenal di wilayah sebagai politikus yang menjabat Ketua Umum DPC Perindo Pademangan.
Sekertaris DPW Perindo, Ramdan Alamsyah mengatakan, kasus yang menimpa kadernya merupakan persoalan yang sangat serius. Dirinya menilai bahwa ada lepas tangan dari pihak pengelola yang menaungi petugas yang merupakan outsourcing.
"Kami melihat seolah-olah ada lepas tanggung daripada pihak Ancol, Perusahaan yang mengatakan bahwa itu adalah karyawan outsorching karyawan yang sudah dipecat bahwa statement demikian itu tidak menggambarkan rasa bersalah sama sekali," kata Ramdan, Kamis (3/8/2023).
Menurut Ramdan, bagaimana pun pihak Ancol adalah perusahaan publik yang harus bertanggung jawab. Melihat kejadian ini, Perindo menuntut pihak ancol untuk bertanggung jawab secara seluruhnya tidak hanya dengan ucapan sangat menyesal.
"Meskipun sudah melakukan pemecatan terhadap 4 oknum satpam yang dipekerjakan secara kontrak tapi pertanggungjawaban moral dan etika karena ini sudah sangat keji dan bagian daripada pelanggaran HAM yang dilakukan di lingkungan ancol," ucapnya.
"Anak-anaknya (Korban) masik kecil-kecil ada 3 orang yang masih butuh biaya sekolah, butuh biaya kehidupan, bagaimana kelanjutan hidupnya berkeluarga, lalubagaimana pertanggungjawaban Ancol," sambungnya.
Ramdan menambahkan, Partai Perindo yang dikenal sebagai partai modern yang peduli rakyat kecil, gigih berjuang untuk penciptaan lapangan kerja dan Indonesia sejahtera meminta perusahaan keamanan atau yayasannya juga harus bertanggungjawab.
"Kedua belah pihak yang harus bertanggungjawab tersebut harus melihat kembali bahkan mengkoreksi prosedur yang terjadi," tuturnya. Sementara itu Istri korban Hasanudin, Upi Siti Mardiana mengatakan suaminya bukanlah seorang penjahat.